PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Bekerja dengan Baik, Pilih yang Terbaik, Contreng Baik-baik

Archive for April 2009

Presiden SBY `Mengintervensi` KTT G-20

with one comment

“SO far, so good,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika memberikan keterangan pers mengenai jalannya Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di London. Presiden menyampaikan ini di pesawat dalam penerbangan London-Jakarta (transit di Dubai), Kamis (2/4) malam waktu setempat atau Jumat (3/4) pagi WIB.
Presiden SBY mengatakan gembira karena seluruh pemimpin negara G-20 memiliki semangat serta keinginan yang tinggi untuk mencapai suatu konsensus. “Semua berbicara secara terbuka meskipun sama-sama menyadari bahwa resesi ini memang buruk, tetapi optimisme masih terjaga. Semangat kita semua untuk bersama-sama mengatasi krisis ini juga tinggi,” kata Presiden.
Komunike itu sendiri masih dimatangkan. Tapi hampir pasti, karena sudah digarap dan dipersiapkan dengan matang. Kemungkinan ada perubahan kecil. Presiden SBY menjelaskan, sesuai dengan etika, isi komunike akan disampaikan oleh tuan rumah, dalam hal ini PM Inggris Gordon Brown, pada akhir KTT G-20.
Presiden mengungkapkan, bahwa ia melakukan ‘intervensi’ saat sesi Working Breakfast tadi pagi waktu setempat. Kepada seluruh anggota G-20, Presiden SBY mengutarakan dua pertanyaan kritis. Pertama, apakah KTT G-20 kali ini dapat menghasilkan sesuatu yang konkret untuk memulihkan kepercayaan, pertumbuhan, dan lapangan pekerjaan. Kedua, apakah KTT G-20 ini bisa mewadahi kepetingan negara-negara berkembang.
Namun, Presiden SBY tetap optimistis kedua tujuan tersebut dapat dicapai. “Dan akan dijalakan pada satu hingga dua tahun mendatang apa yang telah menjadi kesepakatan kita,” ujar SBY kepada wartawan yang menyertai kunjungan kerja selama empat hari di London. (presidensby.info)

Written by sbyinfo

April 6, 2009 at 2:24 am

Posted in Uncategorized

Presiden Hadiri Puncak Acara KTT G-20

leave a comment »

DI tengah suhu yang makin dingin, meskipun musim semi sudah tiba, KTT G-20 resmi dibuka oleh PM Inggris Gordon Brown. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama seluruh 20 pemimpin dunia hadir di ExCel London, lokasi pertemuan, Kamis (2/4) pagi atau sore di Indonesia.
Begitu tiba di ExCel, Presiden SBY disambut tuan rumah PM Brown. SBY kemudian menuju Leader`s Lounge untuk mengikuti Working Breakfast. Sesi ini berlangsung sekitar 1,5 jam. Di forum ini Presiden SBY menyampaikan proposal Indonesia. SBY uduk berdampingan dengan Presiden AS Barack Obama. Usai Working Breakfast, dilanjutkan foto bersama, sesuai kebiasaan penyelenggaraan summit sejenis.
Presiden SBY dan Ibu Ani serta rombongan direncanakan meninggalkan London untuk kembali ke Indonesia, dan langsung menuju Surabaya, pada pukul 12.30 waktu setempat atau 18.20 di Indonesia.
Di KTT G-20, Indonesia menghendaki perlunya koreksi terhadap supervisi dan regulasi keuangan yang telah menyebabkan krisis global dan memakan korban negara-negara berkembang yang tak berdosa. Isu ini merupakan salah satu dari empat sikap Indonesia yang akan disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menkeu/Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati menjelaskan hal ini kepada wartawan Indonesia di Grosvenor House, Hotel JW Marriott, sesaat sebelum mendampingi Presiden SBY menghadiri puncak acara KTT G-20. “Pada dasarnya Indonesia sangat mendukung terjadi kesepakatan dalam empat hal,” kata Sri Mulyani.
Pertama, pentingnya membangkitkan kembali perekonomian dunia. Dalam hal ini penting peranan stimulus fiskal maupun kebijakan makro moneter. “Agar perekonomian tumbuh kembali sehingga pengangguran dan kemiskinan bisa ditekan atau tidak makin memburuk,” ujar Menkeu.
Kedua, dari sisi regulasi dan supervisi bidang keuangan yang merupakan perhatian negara-negara Eropa, terutama Jerman, Perancis, dan Italia. “Indonesia juga mendukung pentingnya suatu koreksi kegagalan dari supervisi dan regulasi yang menyebabkan krisis ini terjadi. Ini sebetulnya sudah ditampung,” Sri Mulyani menambahkan.
Ketiga, Indonesia menginginkan adanya support fund untuk membantu negara-negara berkembang dan negara yang berpendapatan rendah yang terkena dampak krisis. “Ini sangat didukung oleh banyak negara, bahkan negara Eropa mengatakan memang negara emerging dan developing countries yang menjadi korban tak berdosa dari krisis ini wajib dibantu,” Sri Mulyani menandaskan.
Keempat, perlunya menyepakati mekanisme pemberian bantuan dari lembaga-lembaga keuangan internasional. Termasuk reformasi IMF. Indonesia telah menyampaikan sikap berkaitan dengan reformasi lembaga keuangan internasional ini pada KTT G-20 di Washington, AS, pada November 2008. “Dalam hal ini suara Indonesia sangat didengar karena kita pernah memiliki pengalaman (dengan IMF) pada tahun 1997/1998,” Sri Mulyani menjelaskan. Indonesia menghendaki perlu suatu perubahan fundamental dalam operasi IMF dan Bank Dunia.
Sebagian besar negara peserta KTT G-20 telah menyepakati hal-hal mendasar untuk mengatasi dampak krisis global. Hanya perlu sentuhan-sentuhan kecil dalam redaksional komunike.
Perbedaan antara negara-negara anggota, soal mana lebih penting, stimulus atau regulasi, telah berhasil diselesaikan pada acara jamuan santap malam pada pimpinan G-20, di Downing Street 10, kemarin malam. “Ada tanda-tanda konvergensi (antara kedua isu itu), karena keduanya penting dan bisa dilakukan. Dalam pertemuan nanti lebih membahas pada pilihan kata-kata dan kalimat agar bisa diterima semua pihak,” ujar Sri Mulyani.
Komunike yang dikeluarkan pada akhir KTT G-20 ini diharapkan menampung semua kepentingan negara anggota. Pertama, kebutuhan untuk memberikan pesan bersama bahaw unity atau kesatuan itu ada di antara pemimpin G-20. Kedua, adanya agreement perlunya koordinasi dan kesepakatan mengenai regulasi. “Hanya penekanannya mungkin sedikit berbeda dan ini akan dibahas nanti. Secara spirit, unity itu menjadi sangat penting dan nampaknya itu dipahami oleh para pemimpin dunia,” Sri Mulyani menambahkan.
Kamis (2/4) dinihari di Indonesia, Presiden SBY sempat bertemu Presiden AS Barack Obama ketika menghadiri resepsi yang diadakan Ratu Elizabeth di Istana Buckingham maupun jamuan santap malam yang diselenggarakan PM Inggris Gordon Brown di Downing Street 10. Pada kesempatan itu Obama mengucapkan ‘Selamat Datang’ dan ‘Apa Kabar’ kepada Presiden SBY.
“Juga ada cerita-cerita menarik di antara itu yang menggambarkan eratnya hubungan Indonesia-AS, dan apa-apa yang menjadi pemikiran Indonesia didukung karena bersamaan dengan kepentingan negara lain,” Sri Mulyani menjelaskan. Presiden SBY juga sempat berbicara dengan Michelle Obama. “Very good conversation,” Sri Mulyani menambahkan. (presidensby.info)

Written by sbyinfo

April 6, 2009 at 2:21 am

Posted in Uncategorized

Presiden: Stimulus Fiskal dan Moneter Penting Agar Sektor Riil Bergerak

leave a comment »

RESESI perekonomian terjadi karena jatuhnya permintaan. Karena itu segala upaya harus diarahkan untuk memulihkan angka permintaan agar perekonomian dapat bergerak. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini dalam keterangan pers kepada wartawan Indonesia di Grosvenor House, Hotel JW Marriot, Rabu (1/4) sore atau malam hari di Indonesia. Pandangan serta proposal Indonesia ini akan disampaikan dalam KTT G-20.
Menurut Presiden SBY, format KTT G-20 kali ini akan lebih interaktif. “Kita akan melihat dinamikanya, sebab PM Inggris Gordon Brown yang akan memandu jalannya pertemuan puncak ini, sehingga kita bisa bersiap untuk melakukan intervensi, menyampaikan posisi, pandangan dan usulan-usulan Indonesia,” kata Presiden SBY.
Indonesia berpendapat bahwa dalam jangka pendek, tahun 2009-2010, memang counter cyclical measures perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh. Agar kita bisa mengangkat permintaan global, termasuk domestic demand, sehingga ekonomi kembali bergerak. “Counter cyclical measure ini mesti dilakukan baik pada sisi fiskal maupun moneter. Oleh karena itu, stimulus yang berkaitan dengan fiscal policy menjadi penting,” Presiden menjelaskan. Kebijakan moneter, seperti menentukan tingkat bunga yang tepat, juga tidak kalah pentingnya, sehingga sektor riil bisa bergerak kembali.
Banyak debat diantara negara-negara di dunia mengenai mana yang lebih penting, regulasi atau stimulus. ”Indonesia berpendapat bahwa dua-duanya diperlukan. Baik itu paket stimulus, counter cyclical policy, memang betul-betul harus dijalankan agar bisa memulihkan kembali perekonomian. Namun, kalau regulasi tidak ditata kembali, maka suatu saat akan terjadi failure sehingga bisa memunculkan masalah-masalah baru. Oleh karena itu, regulations menjadi penting untuk dilakukan,” SBY menegaskan.
Indonesia berpendapat bahwa semua lembaga keuangan internasional, termasuk bank-bank regional, perlu diberi sumber tambahan dan melakukan reformasi. ”Dengan demikiran in times of crisis bisa menjalankan fungsinya yang memiliki kredibilitas yang tinggi. Di satu sisi institusi ini mesti melaksanakan perubahan dalam
dirinya, tapi pada saat yang sama ditugasi untuk melakukan langkah-langkah pengaturan kredit, bantuan keuangan, apapun untuk bisa bergeraknya kembali perekonomian global ini. Harus jelas agendanya. Dengan demikian tepat kalau menugasi lembaga-lembaga itu karena dia bisa menjalankan tugasnya dengan kerangka dan mekanisme yang jelas pula,” Presiden menambahkan.
Pada KTT G-20 di Washington, Indonesia menyampaikan proposal untuk membantu negara-negara berkembang. Proposal dari Indonesia tersebut dinamakan Global Expenditure Support Fund. “Pada prinsipnya proposal kita diwadahi, meskipun barangkali namanya nanti tidak persis seperti yang kita usulkan. Kita berharap tetap menjadi suatu konsensus bersama tentang pentingnya support fund bagi negara-negara yang memerlukan.Tidak adil apabila negara-negara berkembang yang mereka juga tidak punya kesalahan harus menanggung beban yang dia sendiri tidak bisa mengatasi sendiri. Oleh karena itu, Indonesia berpendapat support fund menjadi salah satu pilar di dalam mengatasi krisis global ini,” ujar Presiden.
Menurut SBY, negara maju masih memiliki kapabilitas untuk melakukan langkah-langkah untuk recovery serta melakukan pembersihan perbankan mereka. ”Indonesia menyerukan dan berpendapat bahwa langkah itu mesti dilakukan oleh negara-negara maju untuk memulihkan perekonomian. Dengan memulihkan kembali pasarnya sendiri, sama saja dengan membantu negara-negara berkembang,” SBY menambahkan.
Indonesia juga berpendapat bahwa hubungan kerja sama antara negara berkembang dan negara maju harus ditingkatkan lagi. ”Negara-negara berkembang memiliki keinginan kuat untuk mengatasi perekonomian di dalam negerinya, tapi tidak punya cukup resources, unable to do it alone. Oleh karena itu, menjadi moral obligatios bagi negara-negara maju untuk membantu,” kata SBY. (presidensby.info)

Written by sbyinfo

April 3, 2009 at 2:54 am

Posted in Uncategorized

Pertemuan SBY-Taro Aso: Jepang Beri Dukungan 15,4 Miliar Dolar AS

leave a comment »

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan bilateral dengan PM Jepang Taro Aso di Hotel Intercontinental, London, Rabu (1/4) siang waktu setempat atau malam di Indonesia. Pembicaraan membahas kelanjutan dukungan Jepang kepada Indonesia untuk mengatasi dampak krisis keuangan global.
PM Taro Aso, ujar Menko/Plt. Perekonomian Sri Mulyani seusi mendampingi Presiden SBY dalam pertemuan tersebut, menjelaskan langkah-langkah yang diambil Jepang untuk mengurangi dampak negatif dari krisis ekonomi dunia. “Salah satu inisiatif baru adalah dengan memberikam atau menambahkan sebanyak 20 miliar dolar AS kepada seluruh negara di Asia dalam bentuk Overseas Development Assistance dan 22 miliar dolar AS dalam bentuk trade financing support kepada seluruh dunia. Hal ini merupakan komitmen Jepang terhadap dunia untuk bisa mengurangi dampak krisis terhadap negara-negara berkembang dan utamanya di Asia. Ini diperuntukkan untuk tahun 2009-2010,” Sri Mulyani menjelaskan.
Selain itu, Taro Aso juga menyampaikan agenda-agenda lanjutan dari pembahasan kedua belah pihak berkaitan dengan dukungan Jepang kepada Indonesia untuk menangani krisis perekonomian global. Diantaranya, Jepang akan meningkatkan pemberian fasilitas swap bilateral dalam rangka inisiatif, dari semula 6 miliar menjadi 12 miliar dolar AS. Jepang juga memberikan contingent budget support (dukungan untuk APBN) yang bersifat berjaga-jaga dalam bentuk Samurai Bond Issue (Obligasi Samurai). “Obligasi Samurai bisa diterbitkan oleh pemerintah Indonesia di Jepang dalam rangka pendanaan defisit APBN Indonesia. Jumlah contingent support ini adalah 1,5 miliar dolar AS,” Sri Mulyani menambahkan.
Pemerintah Jepang juga memberikan pinjaman reguler sebesar 500 juta dolar AS. Selain itu, Jepang juga meningkatkan dukungan kepada Indonesia dalam bentuk suatu fasilitas trade promotion baru yang di dalamnya termasuk fasilitas trade financing senilai 0,5 miliar dolar. Jadi total seluruh dukungan Jepang ke Indonesia dengan adanya krisis ini adalah berjumlah 15,4 miliar dolar AS. “Jepang juga memberikan project financing di Indonesia sebesar 2,4 miliar dolar,” Sri Mulyani menjelaskan.
Selain itu, ada dua masalah non ekonomi yang juga disampaikan PM Jepang kepada Indonesia. Yakni, Jepang meminta dukungan berkaitan dengan persoalan nuklir Korea Utara dan bagaimana membantu Afghanistan yang dianggap memiliki masalah di dalam negeri yang pelik. “Indonesia sebagai negara muslim terbesar diminta untuk membantu upaya-upaya agar dapat mengatasi masalah itu,” kata Sri Mulyani.
Dalam pertemuan dengan PM Taro Aso ini Presiden SBY juga didampingi oleh Menlu Hassan Witajuda, Mendag Mari E.Pangestu, Menneg LH Rachmat Witoelar, dan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal. (presidensby.info)

Written by sbyinfo

April 3, 2009 at 2:52 am

Posted in Uncategorized

SBY Menerima Kunjungan Pangeran Andrew

leave a comment »

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (1/4) siang waktu setempat atau sore di Indonesia, menerima kunjungan kehormatan dari Duke of York, Pangeran Andrew, di Burlington Suite, Grosvenor House, London.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden SBY didampingi oleh Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Perdagangan Mari ELka Pangestu,Menneg LH Rachmat Witoelar serta Duta Besar RI di London Yuri O. Thamrin.
Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut dilaksanakan usai SBY menerima PM Thailand. Usai bertemu Pangeran Andrew, Presiden SBY menerima kunjungan kehormatan dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. (presidensby.info)

Written by sbyinfo

April 3, 2009 at 2:50 am

Posted in Uncategorized

Pertemuan Bilateral dengan PM Thailand

leave a comment »

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (1/4) pagi, menerima kunjungan kehormatan dari Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva di Burlington Suite, Grosvenor House, London. PM Thailand datang selaku ketua Association of South East Asian Nation. Di dalam pertemuan tersebut, Presiden SBY didampingi anggota delegasi terbatas. Antara lain, Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar serta Juru Bicara Presiden/Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Dino Patti Djalal. Juga hadir mendampingi Presiden SBY, Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris Yuri O. Thamrin.
Pertemuan tersebut berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Usai pertemuan, Presiden SBY kemudian langsung menerima kunjungan kehormatan dari Duke of York, Pangeran Andrew, di lokasi yang sama. (presidensby.info)

Written by sbyinfo

April 3, 2009 at 2:48 am

Posted in Uncategorized

Presiden SBY: Gunakan Hak Pilih Sebaik-baiknya

leave a comment »

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono, berpesan kepada seluruh warga negara Indonesia yang sedang bekerja ataupun belajar di luar negeri untuk menggunakan hak pilih sebaik-baikya. “Apapun yang saudara pilih, akan berkontribusi dalam menentukan siapa-siapa yang diberi mandat untuk menjalankan roda pemerintahan kita lima tahun mendatang,” kata Presiden SBY dalam acara ramah tamah dengan 500 WNI di Inggris dan Irlandia. Acara ramah tamah ini dilaksanakan di Wisma Duta, kediaman
Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Inggris Yuri O. Thamrin, Selasa (31/3) malam waktu setempat atau Rabu (1/4) dinihari di Indonesia.
Presiden SBY berharap, agar keseluruhan rangkaian Pemilu dapat berjalan dengan baik, siapapun yang akan menang. “Adalah hal yang penting bagi demokrasi, kita berharap agar rangkaian Pemilu ini Luber,” SBY menegaskan.
Hingga saat ini, ujar SBY, pelaksanaan kampanye di tanah air berjalan dengan baik. “Saya senang, partai- partai politik dapat menjalankan kampanye dengan baik. Tokohnya dapat menahan diri. Pada tingkat grassroot bisa menahan diri untuk tidak terjadi benturan di lapangan,” kata SBY. Presiden berharap, kondisi ini dapat dipertahankan hingga Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. (presidensby.info)

Written by sbyinfo

April 1, 2009 at 2:22 am

Posted in Uncategorized