PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Bekerja dengan Baik, Pilih yang Terbaik, Contreng Baik-baik

Archive for February 2009

leave a comment »

429

TIBA DI HUA HIN, THAILAND: Pesawat kepresidenan Boeing 737-500 Garuda yang ditumpangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara serta rombongan, mendarat di Bandara Internasional Hua Hin, Thailand, Jumat (27/2) Di tangga pesawat, Presiden dan Ibu Negara disambut Dubes RI untuk Thailand, Mohammad Hatta. Penerbangan dari Jakarta ke Hua Hin yang berada sekitar 200 sebelah selatan ibukota Bangkok ditempuh sekitar 3 jam. (anung/presidensby.info)

Advertisements

Written by sbyinfo

February 27, 2009 at 3:08 pm

Posted in Uncategorized

Poll indicates Yudhoyono on course to win Indonesia election

leave a comment »

INDONESIAN President Susilo Bambang Yudhoyono is on course to win presidential elections in July with a strong lead over his main rivals, a poll showed Friday, February 27, 2009.
The Indonesian Survey Institute poll showed ex-general was the most popular candidate, regardless of whom he might pick as his running mate.
Asked whom they would vote for if the election was held this month, half the respondents opted for Yudhoyono, compared with just 18.5% for his closest rival, former president Megawati Sukarnoputri.
Yudhoyono’s popularity had surged by about 7% while Megawati’s was little changed since January.
Former military men Prabowo Subianto and Wiranto received 4.3% and 3% support respectively, while Sultan Hamengkubuwono X, the sultan of the Indonesian city of Yogyakarta, had 3.9%.
Asked who they supported for the April parliamentary elections, almost a quarter said Yudhoyono’s Democrat Party, while Megawati’s Democratic Party of Struggle scored 17.3%.
The former ruling party Golkar – the political vehicle of Suharto during his 32-year dictatorship, which ended more than a decade ago – had 15.9 percent support. The legislative election will be held April 9, and the presidential election three months later. The poll was conducted among a sample of 2,455 Indonesians. (AFP)

Written by sbyinfo

February 27, 2009 at 3:00 pm

Posted in Uncategorized

Yudhoyono to leave for ASEAN Summit today

leave a comment »

10333PRESIDENT Susilo Bambang Yudhoyono is scheduled to leave on Friday, February 27, 2009 afternoon for Hua Hin, Thailand to attend the ASEAN Summit over the weekend.
According to a release from the Presidential Palace the president will depart from Halim Perdanakusuma Airport at 1:00 p.m.. He will be accompanied by First Lady Ani Yudhoyono, Cabinet Secretary Sudi Silalahi and Presidential Spokesperson Dino Patti Djalal.
Foreign Minister Hassan Wirajuda, who had arrived in Hua Hin, said that Yudhoyono was scheduled to chair a subregional consultative meeting on Saturday morning before the summit opening.
Yudhoyono will chair the annual consultative meeting between the Brunei Indonesia Malaysia Philippines-East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) and the Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle.
The ASEAN Summit is expected to be the region’s efforts to help its export-driven economies escape the ravages of the global financial downturn as several member nations are either already in recession or on the brink.
ASEAN leaders are also to sign a declaration on a roadmap for forming a EU-style community by 2015. They will also discuss a US$120 billion emergency fund agreed on by Asian finance ministers on Sunday. (Antara/thejakartapost.com/presidensby.info)

Written by sbyinfo

February 27, 2009 at 7:48 am

Posted in Uncategorized

Presiden Video Conference dengan Pengasuh Ponpes Al-Qodiri

leave a comment »

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono melakukan video conference dengan pengasuh Pondok Pesantren Al-Qodiri, KH Achmad Muzaki Syah bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh di Jember, Jatim, Kamis (26/2) malam.
Acara dzikir dan doa yang digelar di ponpes setempat dihadiri ratusan ribu warga Jember dan luar Jember yang memadati sekitar 8 hektare kawasan Ponpes Al-Qodiri.
Di Istana Jakarta, Presiden SBY didampingi oleh enam menteri dalam video conference tersebut yakni Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, Menteri Seketaris Negara, Hatta Rajasa, Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro, Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi, Menteri Perhubungan, Yusman Syafii dan Menristek, Kusmayanto Kadiman.
Melalui video conference itu, Presiden SBY minta warga yang hadir dalam acara dzikir dan doa bersama di ponpes Al-Qodiri selalu mendoakan bangsa dan negara Indonesia dalam keadaaan baik dan sejahtera.
“Saya senang bisa menyempatkan waktu melakukan video conference dengan ribuan warga di Ponpes Al-Qodiri yang sedang mendoakan bangsa ini,” katanya. Ia juga meminta warga yang hadir untuk menyukseskan pemilu 2009 dengan memilih calon legislatif (caleg) dan calon presiden (capres) yang dipercaya rakyat
“Gunakan hak pilih sebaik-baiknya dalam pemilu mendatang,” katanya. Ia juga mengimbau agar tidak ada permusuhan dalam pelaksanaan pemilu mendatang sehingga bangsa dan negara Indonesia tetap damai menjalankan pesta demokrasi.
“Tidak perlu kita menyalahkan satu sama lain dalam pemilu. Mari kita dukung program pemerintah dan membangun negara ini bersama-sama,” katanya berharap.
Sementara itu pengasuh Ponpes Al-Qodiri Jember, KH Achmad Muzaki Syah, mengaku gembira bisa melakukan komunikasi jarak jauh dengan Presiden SBY bersama sejumlah menteri. “Saya senang bisa menyapa Presiden dan menteri di Jakarta, karena ratusan ribu warga di Ponpes Al-Qodiri saat ini sedang menggelar doa dan dzikir bersama untuk keselamatan bangsa dan negara,” katanya menerangkan.
Menurut dia, setiap Kamis malam Jumat selalu digelar doa dan dzikir bersama di Ponpes Al-Qodiri untuk mendoakan bangsa Indonesia selamat dari bencana. Ia menegaskan, dalam doa dan dzikir yang dilakukan di Ponpesnya tidak mengenal adanya partai politik (parpol) sehingga semua yang hadir berusaha berdoa untuk bangsa Indonesia.
“Warga yang hadir di sini tidak ada yang menyuruh, mereka datang untuk bertaubat tanpa mengenal parpol atau caleg. Semuanya jadi satu apa pun partainya,” katanya menerangkan.
Menkominfo, Mohammad Nuh dalam sambutannya mengatakan video conference yang dilakukannya di Ponpes Al-Qodiri Jember dengan Presiden SBY bertujuan untuk menunjukkan kehangatan Presiden kepada warga yang menggelar doa dan dzikir untuk bangsa Indonesia. “Saya juga ingin menghilangkan kesan ponpes tidak akrab dengan teknologi. Hari ini seluruh warga yang hadir di Ponpes Al-Qodiri bisa melihat bukti ponpes dekat dengan teknologi,” katanya. (Antara)

Written by sbyinfo

February 27, 2009 at 6:53 am

Posted in Uncategorized

leave a comment »

MONUMEN DWIKORA TRIKORAMONUMEN DWIKORA-TRIKORA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (3 kanan) bersama Wapres Jusuf Kalla (2 kanan) dan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso (kiri) menyimak penjelasan saat melihat relief Monumen Trikora seusai meresmikan Monumen Dwikora-Trikora di komplek Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (26/2/2009). (Antara)

Written by sbyinfo

February 27, 2009 at 6:44 am

Posted in Uncategorized

Presiden: Indonesia Harus Perkuat Diplomasi dan Militer

leave a comment »

MONUMEN DWIKORA TRIKORAPRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Indonesia harus memperkuat diplomasi dan militernya, untuk menghadapi perkembangan geopolitik regional dan global.
“Ke depan kita harus menjalankan diplomasi yang tepat guna melindungi kepentingan nasional. Perang merupakan jalan terakhir,” katanya, dalam peresmian Monumen Dwikora dan Trikora di pelateran Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (26/2).
Pada saat yang bersamaan, lanjut Kepala Negara, Indonesia juga harus memperkuat pertahanannya atau militernya. Meskipun Indonesia akan mengedepankan diplomasi dan pendekatan ‘soft power’, tetapi Indonesia tetap harus mengembangkan sistem pertahanan yang tangguh. Kalau kita ingin damai, maka kita harus pula bersiap untuk perang, manakala ada kekuatan lain yang mengancam keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.
Kepala Negara mengemukakan, ke depan, situasi dunia, termasuk kawasan Asia akan terus berubah dan berkembang. Karena itu, Bangsa Indonesia perlu terus melakukan pencermatan disertai pembuatan perkiraan strategis secara terus menerus.
Yudhoyono juga menekankan, hubungan antarbangsa juga telah berubah pasca serangan teroris pada 11 September di Amerika Serikat, yang melahirkan varian dan konstelasi baru dalam hubungan internasional dibandingkan hakekat, dinamika dan anatomi hubungan antar bangsa pasca perang dingin.
“Namun, kepentingan dan tugas negara tidak akan pernah berubah. Tugas pokok TNI juga tidak akan pernah berubah, yaitu menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI apapun perkembangan yang terjadi pada tingkat dunia maupun tingkat kawasan,” tutur Yudhoyono.
Presiden mengatakan, setiap operasi militer yang dilaksanakan dalam Dwikora dan Trikora dapat menjadi bahan refleksi dan harapan untuk melihat ke depan, memahami konstelasi perkembangan geopolitik regional dan global sekaligus sebagai transformasi untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik dalam kerangka NKRI. (Antara)

Written by sbyinfo

February 27, 2009 at 6:35 am

Posted in Uncategorized

Presiden Resmikan Monumen Dwikora-Trikora

with one comment

10331PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan monumen Dwikora dan Trikora di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/2). Peresmian monumen itu ditandai dengan penekanan tombol pembukaan selubung serta penandatanganan prasasti kedua monumen perjuangan tersebut.
Pada peresmian itu, Presiden Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto. Monumen Dwikora merupakan simbol perlawanan Indonesia yang kala itu dipimpin Presiden Soekarno terhadap pembentukan Federasi Malaysia untuk mempersatukan tanah bekas jajahan Inggris di seluruh Asia Tenggara.
Pemerintah Indonesia menentang rencana itu karena bertentangan dengan politik Indonesia yang antikolonialisme dan imperaliasme dan secara prosedur rencana pembentukan itu akan membahayakan revolusi Indonesia. Oleh sebab itu, pada 17 September 1963 Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.
Selanjutnya, pada 3 Mei 1964 dalam apel sukarelawan Presiden Soekarno mencanangkan Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya “Perhebat Rakyat Malaya, Singapura, Sabah, Serawak, Brunei untuk Membubarkan Negara Bonek Malaysia”.
Sedangkan Monumen Trikora merupakan lambang perjuangan Indonesia untuk kembali merebut Irian Barat dari tangan penjajahan Belanda. Berbagai usaha perjuangan bersenjata, politik, dan diplomasi untuk mengembalikan Irian Barat ke Indonesia pun dilakukan disertai pencanangan Tri Komando Rakyat (Trikora) pada 19 Desember 1961 yang berisi “Gagalkan Pembentukan Negara Papua Buatan Belanda Kolonial, Kibarkan Merah Putih di Tanah Air Indonesia dan Bersiaplah untuk Mobilisasi Umum Guna Mempertahankan Kemerdekaan dan Kesatuan Tanah Air dan Bangsa,”.
Monumen yang berada di Kompleks Mabes TNI dibuka untuk umum mulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, pembangunan dua monumen itu merupakan persembahan dari generasi penerus bagi pejuang kesuma bangsa dan para senior yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kepentingan bangsa dan negara. Kedua monumen itu juga dapat menjadi wahana edukasi tidak saja bagi prajurit TNI tetapi juga generasi penerus bangsa pada umumnya. (Antara/presidensby.info)

Written by sbyinfo

February 27, 2009 at 6:31 am

Posted in Uncategorized