PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Bekerja dengan Baik, Pilih yang Terbaik, Contreng Baik-baik

Presiden Hadiri Puncak Acara KTT G-20

leave a comment »

DI tengah suhu yang makin dingin, meskipun musim semi sudah tiba, KTT G-20 resmi dibuka oleh PM Inggris Gordon Brown. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama seluruh 20 pemimpin dunia hadir di ExCel London, lokasi pertemuan, Kamis (2/4) pagi atau sore di Indonesia.
Begitu tiba di ExCel, Presiden SBY disambut tuan rumah PM Brown. SBY kemudian menuju Leader`s Lounge untuk mengikuti Working Breakfast. Sesi ini berlangsung sekitar 1,5 jam. Di forum ini Presiden SBY menyampaikan proposal Indonesia. SBY uduk berdampingan dengan Presiden AS Barack Obama. Usai Working Breakfast, dilanjutkan foto bersama, sesuai kebiasaan penyelenggaraan summit sejenis.
Presiden SBY dan Ibu Ani serta rombongan direncanakan meninggalkan London untuk kembali ke Indonesia, dan langsung menuju Surabaya, pada pukul 12.30 waktu setempat atau 18.20 di Indonesia.
Di KTT G-20, Indonesia menghendaki perlunya koreksi terhadap supervisi dan regulasi keuangan yang telah menyebabkan krisis global dan memakan korban negara-negara berkembang yang tak berdosa. Isu ini merupakan salah satu dari empat sikap Indonesia yang akan disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menkeu/Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati menjelaskan hal ini kepada wartawan Indonesia di Grosvenor House, Hotel JW Marriott, sesaat sebelum mendampingi Presiden SBY menghadiri puncak acara KTT G-20. “Pada dasarnya Indonesia sangat mendukung terjadi kesepakatan dalam empat hal,” kata Sri Mulyani.
Pertama, pentingnya membangkitkan kembali perekonomian dunia. Dalam hal ini penting peranan stimulus fiskal maupun kebijakan makro moneter. “Agar perekonomian tumbuh kembali sehingga pengangguran dan kemiskinan bisa ditekan atau tidak makin memburuk,” ujar Menkeu.
Kedua, dari sisi regulasi dan supervisi bidang keuangan yang merupakan perhatian negara-negara Eropa, terutama Jerman, Perancis, dan Italia. “Indonesia juga mendukung pentingnya suatu koreksi kegagalan dari supervisi dan regulasi yang menyebabkan krisis ini terjadi. Ini sebetulnya sudah ditampung,” Sri Mulyani menambahkan.
Ketiga, Indonesia menginginkan adanya support fund untuk membantu negara-negara berkembang dan negara yang berpendapatan rendah yang terkena dampak krisis. “Ini sangat didukung oleh banyak negara, bahkan negara Eropa mengatakan memang negara emerging dan developing countries yang menjadi korban tak berdosa dari krisis ini wajib dibantu,” Sri Mulyani menandaskan.
Keempat, perlunya menyepakati mekanisme pemberian bantuan dari lembaga-lembaga keuangan internasional. Termasuk reformasi IMF. Indonesia telah menyampaikan sikap berkaitan dengan reformasi lembaga keuangan internasional ini pada KTT G-20 di Washington, AS, pada November 2008. “Dalam hal ini suara Indonesia sangat didengar karena kita pernah memiliki pengalaman (dengan IMF) pada tahun 1997/1998,” Sri Mulyani menjelaskan. Indonesia menghendaki perlu suatu perubahan fundamental dalam operasi IMF dan Bank Dunia.
Sebagian besar negara peserta KTT G-20 telah menyepakati hal-hal mendasar untuk mengatasi dampak krisis global. Hanya perlu sentuhan-sentuhan kecil dalam redaksional komunike.
Perbedaan antara negara-negara anggota, soal mana lebih penting, stimulus atau regulasi, telah berhasil diselesaikan pada acara jamuan santap malam pada pimpinan G-20, di Downing Street 10, kemarin malam. “Ada tanda-tanda konvergensi (antara kedua isu itu), karena keduanya penting dan bisa dilakukan. Dalam pertemuan nanti lebih membahas pada pilihan kata-kata dan kalimat agar bisa diterima semua pihak,” ujar Sri Mulyani.
Komunike yang dikeluarkan pada akhir KTT G-20 ini diharapkan menampung semua kepentingan negara anggota. Pertama, kebutuhan untuk memberikan pesan bersama bahaw unity atau kesatuan itu ada di antara pemimpin G-20. Kedua, adanya agreement perlunya koordinasi dan kesepakatan mengenai regulasi. “Hanya penekanannya mungkin sedikit berbeda dan ini akan dibahas nanti. Secara spirit, unity itu menjadi sangat penting dan nampaknya itu dipahami oleh para pemimpin dunia,” Sri Mulyani menambahkan.
Kamis (2/4) dinihari di Indonesia, Presiden SBY sempat bertemu Presiden AS Barack Obama ketika menghadiri resepsi yang diadakan Ratu Elizabeth di Istana Buckingham maupun jamuan santap malam yang diselenggarakan PM Inggris Gordon Brown di Downing Street 10. Pada kesempatan itu Obama mengucapkan ‘Selamat Datang’ dan ‘Apa Kabar’ kepada Presiden SBY.
“Juga ada cerita-cerita menarik di antara itu yang menggambarkan eratnya hubungan Indonesia-AS, dan apa-apa yang menjadi pemikiran Indonesia didukung karena bersamaan dengan kepentingan negara lain,” Sri Mulyani menjelaskan. Presiden SBY juga sempat berbicara dengan Michelle Obama. “Very good conversation,” Sri Mulyani menambahkan. (presidensby.info)

Written by sbyinfo

April 6, 2009 at 2:21 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: