PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Bekerja dengan Baik, Pilih yang Terbaik, Contreng Baik-baik

Presiden Bahas Persiapan untuk Menghadiri KTT G-20 di London Awal April

leave a comment »

MENKO Perekonomian Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia Boediono Kamis (25/3) sore, bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara untuk membahas persiapan keberangkatan Presiden SBY yang akan menghadiri KTT G-20 di London awal bulan depan. Selain itu, kepada Presiden Sri Mulyani dan Boediono juga melaporkan hasil-hasil setelah menghadiri KTT G-20 di tingkat menteri.
“Apa isu-isu yang dibahas masing-masing negara, perkembangan ekonomi dunia terkini, reaksi dari ekonomi dunia dan bagaimana sikap Indonesia, serta apa yang akan disampaikan di sana, didiskusikan secara baik dalam pertemuan kami dengan Presiden tadi,” jelas Sri Mulyani kepada wartawan, didampingi Gubernur BI.
Kepada Presiden SBY, disampaikan juga mengenai upaya-upaya untuk menjaga perekonomian dalam menghadapi krisis ekonomi global yang masih berlangsung. “Upaya yang sedang kita rintis dengan Jepang, China dan berbagai negara agar bisa memberikan lebih banyak pertahanan bagi perekonomian kita di dalam mengantisipasi kemungkinan lamanya krisis global ini, karena banyak yang mengatakan krisis ini akan berlanjut sampai 2010. Jadi berbagai upaya-upaya bilateral kita lakukan, baik itu pada tataran APBN, budget, maupun pada sisi kebijakan dan pengelolaan moneter dan neraca pembayaran,” jelas Sri Mulyani.
Sementara itu, Gubernur BI Boediono menyampaikan kepada SBY mengenai berbagai perkembangan terakhir dari sektor moneter dan perbankan. “Agar beliau mendapatkan gambaran yang utuh nanti dalam pertemuan G20. Kita sampaikan semua perkembangan terakhir dan kemudian kita bicara juga masalah swap dan sebagainya, beliau ingin dengar dari kami detilnya bagaimana,” jelas Boediono.
Sementara itu, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Global Support Fund yang disampaikan oleh Presiden SBY dalam pidatonya bulan November pada tingkat Working Group IV, sudah disetujui. “Mengenai adanya suatu dukungan tambahan dari bank-bank pembangunan regional dan bank dunia untuk menambah jumlah support kepada negara berkembang dan income rendah dalam bentuk pinjaman-pinjaman lunak. Angkanya antara 100-120 milyar dolar AS,” kata Sri Mulyani.
“Namanya tentu saja tidak disebut global support fund, tapi adalah tujuannya agar negara-negara maju yang mau melakukan counter cyclicle dengan pembiayaan defisit anggaran melalui lembaga-lembaga tersebut. Yang sudah disampaikan di dalam tingkat Menteri Keuangan, ADB penambahan capitalnya sebanyak 200 persen itu sudah disepakati, kemudian support utuk low income country, emerging country, atau developing country yang diberikan melalui tambahan pinjaman dari bank-bank pembangunan regional dan bank dunia antara 100-120 milyar dolar AS, tambahan dari resource IMF mencapai 500 milyar dolar AS. Artinya, bertambah sekitar 230 milyar dolar AS untuk membantu negara-negara yang menghadapi krisis likuiditas terutama negara-negara Eropa Timur. Kemudian untuk lembaga pembangunan di Afrika maupun inter Amerika masih akan dibicarakan lebih lanjut,” lanjut Menkeu. (presidensby.info)

Written by sbyinfo

March 26, 2009 at 10:06 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: