PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Bekerja dengan Baik, Pilih yang Terbaik, Contreng Baik-baik

Presiden: Tinggalkan Masa Lalu Perpajakan yang Gelap

leave a comment »

KANTOR PELAYANAN PAJAK

KANTOR PELAYANAN PAJAK: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) didampingi Ibu Negara, Ani Yudhoyono (duduk kanan) menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan Orang Pribadi tahun 2008 di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta, Jakarta, Rabu (18/3/2009). (Antara)

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono mengajak semua pihak untuk meninggalkan masa lalu yang gelap di bidang perpajakan. “Masa lalu perpajakan penuh ketidakpastian, serba tertutup, ada urusan bawah tangan. Era itu sudah kita tinggalkan,” kata Presiden ketika berpidato pada peresmian gedung kantor pelayanan pajak madya Jakarta, Rabu (18/3).
Menurut Presiden, sudah saatnya Indonesia memasuki era baru di bidang perpajakan yang serba teratur dan dikelola melalui sistem administrasi modern.
Presiden dalam pidatonya mengucapkan terima kasih kepada jajaran direktorat jenderal pajak, Departemen Keuangan, atas upaya mereka mereformasi sistem perpajakan.
Atas upaya itu, Presiden mengatakan, telah terjadi reformasi diam-diam yang mendasar pada sistem dan administrasi perpajakan di Indonesia.
Presiden juga mengapresiasi penerimaan pajak yang makin meningkat, yaitu Rp358 triliun pada 2006, menjadi Rp426,2 triliun pada 2007 dan menjadi lebih dari Rp571 triliun pada 2008.
Meningkatnya penerimaan negara dari pajak itu, menurut Presiden, telah membuat pembangunan negara saat ini dibiayai oleh sumber dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri.
“Pernah terjadi di Indonesia, di masa-masa sulit dulu setelah kita alami krisis di 1998, sumber-sumber pembelanjaan negara dari APBN sangat bergantung pada utang luar negeri dan juga privatisasi. Berkat tekad dan kerja keras kita semua, pembangunan kini lebih dibiayai penerimaan dalam negeri, terutama pajak,” tutur Presiden.
Presiden juga mengatakan pembenahan sistem perpajakan telah memperbaiki rasa keadilan yang dapat dirasakan oleh para wajib pajak, karena yang wajib bayar harus membayar sementara yang penghasilannya minim tidak usah membayar dan semakin besar kekayaannya juga makin bergerak nilai pajaknya.
Presiden juga mengapresiasi peningkatan jumlah wajib pajak (WP) pribadi hasil dari berbagai kebijakan Dirjen Pajak seperti pemberlakuan “sunset policy” sehingga jumlah WP saat ini menjadi 11 juta orang atau melonjak 252 persen dibanding tahun 2004.
Presiden dalam pidatonya juga mengucapkan terima kasih kepada para pembayar pajak dan dunia usaha yang telah melaksanakan kewajibannya membayar pajak dan meningkatkan penerimaan negara.
Usai meresmikan kantor itu, Presiden bersama Ibu Ani Yudhoyono membayar pajak penghasilan orang pribadi dengan menyerahkan SPT tahun 2008. Sejumlah menteri yang hadir juga ikut menyerahkan SPT pajaknya seperti Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkopolhukam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Mensos Bachtiar Chamsyah, Mendagri Mardiyanto dan Menteri Pariwisata dan Budaya Jero Watjik. (Antara)

Written by sbyinfo

March 19, 2009 at 2:52 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: