PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Bekerja dengan Baik, Pilih yang Terbaik, Contreng Baik-baik

Presiden Menerima PM Myanmar, Thein Sein

leave a comment »

PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

KUNJUNGAN PM MYANMAR: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) mengadakan pembicaraan bilateral dengan PM Myanmar Jenderal Theim Sein di Istana Merdeka Jakarta, Senin (16/3/2009). (Antara)

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono Senin (16/3) siang menerima kunjungan Perdana Menteri Myanmar, Thein Sein, di Istana Merdeka. Kunjungan kenegaraan PM Myanmar, merupakan yang pertama kali semenjak dirinya dilantik menjadi PM Myanmar tanggal 24 Oktober 2007.
Kedatangan PM Myanmar bersama dengan 45 orang anggota delegasinya, disambut dengan upacara kenegaraan di halaman Istana Merdeka, diiringi dengan tembakan meriam 19 kali. Usai upacara penyambutan, Presiden SBY dan PM Myanmar langsung mengadakan pertemuan bilateral di Ruang Jepara, Istana Merdeka. Dalam pertemuan selama kurang lebih 2 jam tersebut, SBY dan Thein Sein membahas mengenai perkembangan hubungan bilateral RI – Myanmar dalam berbagai bidang, serta perkembangan isu regional dan internasional.
“Kedua pemimpin membahas agenda bilateral yang cukup luas baik dari segi politik, keamanan dan hukum dan juga ekonomi dan sosial budaya, isu-isu regional dan internasional,” ujar Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal usai pertemuan bilateral. Hal-hal yang dibahas antara lain mengenai kerja sama di bidang transnational crime, counter terrorism dan militer. “Kerja sama di bidang ekonomi juga dibahas. Sudah ada peningkatan drastis di bidang perdagangan, sekitar 89% antara perdagangan di tahun 2006 sampai 2007, sekarang jumlahnya 300 juta Dollar AS lebih. Presiden meminta, di tengah berbagai krisis dunia, agar perdagangan ini terus ditingkatkan,” jelas Dino Patti Djalal. Sedangkan Myanmar menginginkan agar investasi Indonesia di Myanmar dapat terus ditingkatkan.
Kerja sama lain yang dibahas di dalam pertemuan tersebut antara lain kerja sama di bidang energi, pertambangan, pertanian, transportasi, informasi dan teknologi serta kesehatan. “Untuk kerja sama di bidang pariwisata, saat ini Indonesia, Laos, Vietnam dan Myanmar memiliki Trail of Civilization yang mengumpulkan jejak-jejak kebudayaan antara negara-negara tersebut. Selain itu, akan diusahakan untuk dibuat rute penerbangan Indonesia – Myanmar. Nanti akan ditugaskan menteri-menteri terkait untuk melakukan follow up dan membahas dengan counterpart mengenai bagaimana isu-isu di sektor – sektor tersebut bisa maju,” papar Dino Patti Djalal.
Selain itu, kepada PM Myanmar, Presiden SBY menyampaikan rasa terimakasihnya karena dapat terus menjaga komunikasi dan korespondensi dengan Jenderal Than Shwe untuk terus berdiskusi mengenai isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.
Hal lain yang dibahas oleh delegasi Indonesia dan Myanmar adalah mengenai suku Rohingnya. “Presiden SBY mengungkapkan, bahwa perlu ada solusi praktis terhadap masalah ini. Masalah Rohingya juga sempat dibahas ketika KTT ASEAN di Hua Hin, Thailand akhir bulan lalu. Dalam pertemuan itu disepakati dorongan untuk proses balik, yaitu suatu solusi regional untuk menangani masalah ini karena boat people ini perlu diselesaikan dengan melibatkan negara asal, negara transit dan negara tujuan, memang perlu solusi regional di ASEAN,” papar Dino.
PM Thein Sein, dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa pemerintahnya memberikan perhatian besar pada masalah ini, dan memahami perhatian yang besar di kawasan, terhadap masalah Rohingya. Thein Sein menyatakan proses ini akan terbuka terus dijakankan bahkan dalam waktu dekat akan ada kunjungan ke Myanmar oleh komisaris tinggi UNHCR.
Kepada Presiden SBY, PM Myanmar menjelaskan mengenai perkembangan pelaksanaan Roadmap to Democracy. ”Kita tahu ada 7 langkah ke arah Roadmap to Democracy ini. Dan sekarang sudah hampir tahap terakhir dan tahun depan sudah ada pemilu, dan setelah pemilu akan dibentuk parlemen baru yang akan mengarah kepada pemerintahan baru Myanmar,” kata Dino Patti Djalal.
Presiden SBY menekankan bahwa ini saatnya bagi Myanmar untuk membuktikan kepada ASEAN dan kepada dunia bahwa Roadmap to Democracy berjalan dan persatuan nasional Myanmar tetap terjaga. ”Dan SBY juga menekankan bahwa proses ini yang penting adalah perlu credible, transparan, fair dan inklusif. Jadi proses ini tidak hanya Pemilu saja, tapi kualitas pemilu itu penting,” lanjut Dino.
Kepada PM Myanmar, Presiden SBY menjelaskan bahwa Indonesia akan menghadiri KTT G20 yang akan dilaksanakan di London pada awal April 2009. ” Kehadiran Presiden akan mewakili kepentingan negara-negara Asia Tenggara dan negara-negara berkembang. Presiden SBY meminta masukan dari Myanmar, apa yang dapat dibawa oleh Presiden ke KTT G20 itu,” kata Dino.
Tampak hadir mendampingi Presiden SBY dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Menlu Hassan Wirajuda, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menbudpar Jero Wacik, Kepala Bappenas Pazkah Suzetta, Seskab Sudi Silalahi serta Juru Bicara Presiden Andi A. Mallarangeng. (presidensby.info)

Written by sbyinfo

March 16, 2009 at 4:18 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: