PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Bekerja dengan Baik, Pilih yang Terbaik, Contreng Baik-baik

Para Pemimpin Sepakat Wilayah BIMP-EAGA Menjadi Produksi Pangan Unggul

leave a comment »

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (28/2) pagi langsung memimpin pertemuan The 5th Brunei-Indonesia-Malaysia-Pilipina East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Napalai Ballroom B, Hotel Dusit Thani Hua Hin. Dalam pertemuan keempat pemimpin negara masing-masing Presiden SBY bersama Sultan Bolkiah dari Brunei, PM Malaysia Ahmad Badawi dan Presiden Pilipina Arroyo tersebut dibahas mengenai Roadmap to Development yang jangka waktunya adalah antara tahun 2006 sampai 2010.
“Di awal pertemuan tersebut agendanya adalah mendengarkan laporan dari Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani. Tahun ini Indonesia adalah ketua dari BIMP-EAG dan Sri Mulyani memberikan pemaparan mengenai apa yang sudah dilakukan dalam dua tahun terakhir,” kata Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal. ”Umumnya ada tiga sektor yaitu konektivitas transport, pembangunan turisme, dan perdagangan. Di sini banyak pembahasan mengenai infrastruktur transport baik darat, udara, maupun laut yang menghubungkan ketiga ekonomi ini yang dipandang perlu untuk terus dijalankan,” lanjut Dino.
Para pemimpin yang hadir sepakat bahwa wilayah BIMP-EAGA ini perlu dijadikan tempat produksi pangan yang unggul karena potensinya yang besar, lahannya yang subur, serta banyak pengetahuan di bidang pertanian. ”Ada himbauan agar pemerintah daerah aktif memanfaatkan sumber-sumber dan potensi-potensi kerjasama yang selama ini aktif dibina di tingkat nasional,” Dino menjelaskan.
Asian Development Bank menyatakan akan terus membantu proses integrasi setiap regional di BIMP-EAGA. ”Tadi Presiden ADB menyatakan komitmennya untuk terus membantu memajukan kerjasama ini. Sekarang dibahas bagaimana caranya untuk memudahkan perdagangan lintas batas. Insentif yang terbaik bagi setiap daerah adalah meningkatnya investasi, meningkatnya perdagangan, meningkatnya turisme, dan kemakmuran ekonomi,” tambahnya.
”Tadi memang diusulkan bagaimana caranya agar ada mekanisme dimana kerjasama-kerjasama ini dapat dibahas secara lebih integratif. Karena yang digunakan adalah istilah akselerasi atau percepatan, tidak ada yang menyebutkan spesifik kapan program ini harus selesai,” tandas Dino Patti Djalal.
Mendampingi Presiden SBY antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendag Mari E. Pangestu, Kepala BKPM M. Lutfi, Ketua Umum Kadin M.S. Hidayat, dan Dubes RI untuk Thailand Muhammad Hatta. (presidensby.info)

Written by sbyinfo

March 1, 2009 at 6:48 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: