PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Bekerja dengan Baik, Pilih yang Terbaik, Contreng Baik-baik

Presiden Ingatkan Perlunya Menjaga Kerja Sama Ekonomi RI-AS

leave a comment »

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan perlunya Indonesia dan Amerika Serikat menjaga momentum kerja sama ekonomi seiring dengan krisis keuangan global.
“Presiden menginginkan agar dalam suasana ekonomi yang sulit baik di AS dan Indonesia tahun ini kerja sama ekonomi bukan dikendorkan tapi justru digiatkan,” kata Juru bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal di Kantor Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/2)
Menurut Dino, perdagangan kedua negara pada 2008 lalu mencapai 20,1 miliar dolar AS dan nilai investasi AS di Indonesia senilai 10,6 miliar dolar AS. Dino mengemukakan hal itu usai berlangungnya pertemuan Presiden dengan Menlu AS Hillary Clinton. Lebih lanjut, ia mengatakan Presiden Yudhoyono menyebut pertemuan 45 menit itu sebagai ‘menyenangkan dan produktif’.
“Dalam pertemuan itu Presiden menyambut baik upaya yang dilakukan kedua belah pihak untuk melakukan kemitraan komprehensif,” katanya. Dino mengatakan ide kemitraan komprehensif itu berawal dari seruan Presiden Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja ke Washington DC pada Desember 2008.
“Presiden menekankan perlunya Indonesia dan AS membangun kemitraan strategis,” ujarnya seraya menambahkan bahwa rincian dari kemitraan tersebut sedang dibahas di tingkat teknis. Pada kesempatan itu, kata Dino, Menlu AS Hillary memuji keberhasilan Indonesia menyelaraskan Islam, demokrasi dan pengakuan hak-hak perempuan.
Sementara itu Presiden menyampaikan penghargaannya atas dukungan AS dalam program perlindungan terumbu karang yang digagas Indonesia, dan program pendidikan melalui beasiswa bagi para pelajar Indonesia. Presiden Yudhoyono juga menyampaikan perlunya AS terlibat dalam upaya internasional mengatasi perubahan iklim, mengingat AS adalah salah satu emiter besar.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa dan Seskab Sudi Silalahi itu kata Dino, tidak dibahas mengenai kasus Munir dan Hambali. Kedatangan Hillary ke Istana Kepresidenan diikuti oleh rombongan besar yang terdiri atas pasukan pengamanan, pejabat Deplu AS, pejabat Kedubes AS di Indonesia dan sejumlah wartawan AS.
Pada kesempatan itu Hillary yang mengenakan setelah jas dan celana panjang berwarna biru tua setelah berpamitan kepada Presiden Yudhoyono tiba-tiba menghampiri kerumunan puluhan wartawan asing dan lokal yang telah menantinya. Mantan ibu negara AS itu secara spontan menyalami para wartawan yang kemudian berebutan mendekatinya sehingga merepotkan para pengawalnya.
Hillary yang tiba di Indonesia Rabu (18/2) sekitar pukul 14.08 WIB itu melakukan kunjungan kerja selama dua hari, 18-19 Febuari di Indonesia. Sebelum melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Yudhoyono, Hillary telah bertemu dengan timpalannya, Menlu Hassan Wirajuda, Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan dan sejumlah tokoh masyarakat Indonesia.
Mengenai pertemuannya dengan Hassan, Hillary mengungkapkan bahwa kedua menteri luar negeri membahas berbagai isu terutama mengenai keinginan ‘presiden dan rakyat’ Indonesia dan AS untuk membenrtuk kemitraan yang lebih komprehensif.
Ia antara lain menyebut kerja sama di bidang perlindungan lingkungan, perubahan iklim, perdagangan, investasi, pemajuan demokrasi, kesehatan, pendidikan, keamanan kawasan dan kontra terorisme. Mantan ibu negara itu juga memuji Indonesia yang disebutnya telah melakukan banyak perubahan positif dalam 10 tahun terakhir, yaitu berhasil membangun lembaga yang kuat serta masyarakat madani.
“Pada saat yang sama, Indonesia juga menghormati HAM dalam menjalankan perang yang sukses terhadap terorisme dan ekstrimisme, berhasil mengakhiri konflik sektarian dan separatisme serta bekerja membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih aman bagi perdagangan global dan HAM,” ujarnya.
Sementara itu dalam acara makan malam dengan sejumlah tokoh masyarakat di Gedung Arsip Nasional, ia berkata, “Jika ingin menyaksikan demokrasi, Islam dan pengakuan hak-hak perempuan berjalan selaras maka datanglah ke Indonesia.” Indonesia adalah negara kedua dalam lawatan pertama Hillary ke luar negeri sebagai Menlu AS, setelah Jepang. Seusainya melakukan lawatan di Indonesia, ia dijadwalkan menuju Korea Selatan dan China. (Antara)

Written by sbyinfo

February 19, 2009 at 7:21 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: