PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Bekerja dengan Baik, Pilih yang Terbaik, Contreng Baik-baik

Presiden: Petik Pelajaran dari Penanganan Aceh dan Nias

leave a comment »

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak memetik pelajaran berharga dari penanganan gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias Sumatera Utara 26 Desember 2004 , untuk dilaksanakan saat menangani bencana lainnya.
Dalam sambutannya saat membuka Forum Koordinasi Aceh Nias IV di Balai Sidang Jakarta , Jumat (13/2), Kepala Negara mengatakan di balik musibah yang telah merenggut begitu banyak korban jiwa dan juga kerusakan infrastruktur ada , sejumlah pemahaman didapat untuk kemudian dijadikan pelajaran.
“Kita dapat belajar tentang pengelolaan bencana. Selain itu juga kita bisa melihat persahabatan antar negara,” katanya. Tsunami di Aceh mengakibatkan sekitar 200.000 orang tewas.
Kepala Negara menambahkan setidaknya ada lima pelajaran lain yang dapat dipetik dari musibah tersebut antara lain dalam kondisi sulit semua pihak harus bersatu dan bergerak bersama serta mengesampingkan kepentingan masing-masing. “Dalam keadaan darurat, kita juga harus mampu bertindak cepat dan tepat,” tegasnya.
Hal lain yang dapat dipahami adalah, kata Presiden, bangsa Indonesia juga belajar untuk menyambut baik semua bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak untuk menyelamatkan korban bencana alam tersebut.
Demikian pula dengan pembelajaran mengenai pola-pola pembekalan ulang seperti sanitasi, air bersih, pengobatan dan juga penempatan pengungsi adalah pelajaran mahal yang didapat bangsa Indonesia.
“Satu hal lain yang penting adalah faktor kepemimpinan, dimana pemimpin dari semua tingkatan harus mau turun langsung dan memberikan arahan yang tepat,” kata Presiden.
Forum Koordinasi Aceh dan Nias berlangsung sejak 13 Februari hingga 14 Februari 2009 di Balai Sidang Jakarta . Kegiatan tersebut berbentuk pertemuan antara seluruh pemegang kepentingan dalam rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh- Nias.
Selain pertemuan, juga berlangsung pameran yang menunjukkan perkembangan Aceh dan Nias selama masa rekonstruksi dan rehabilitasi sejak 2005 hingga 2009. Pertemuan itu diikuti oleh negara donor, LSM dan lembaga internasional dari 49 negara dan juga badan internasional sehingga total partisipan dalam kegiatan itu mencapai 500 orang .
Data dari BRR, akibat bencana gempa dan tsunami adalah 120.000 unit rumah hancur, 70.000 rumah rusak, 14 bandara rusak, 114 fasilitas kesehatan rusak dan 2.000 sekolah juga rusak.
Sejumlah 2.500 guru meninggal, 3.000 km jalan rusak, 120 unit jembatan rusak dan merusakkan 20.000 hektar tambak ikan, 60.000 hektar areal persawahan dan 1.052 bangunan pemerintah.
Pasca rekonstruksi sejumlah 133.903 unit rumah dibangun, 1.047 unit fasilitas kesehatan dibangun, 1.488 unit sekolah dibangun. Guru yang dilatih 39.438 orang, 3.585 km jalan dibangun dan 273 unit jembatan. Sejumlah 12 unit bandara dan 20 unit pelabuhan dibangun, juga 3.193 unit tempat ibadah dan 987 unit bangunan pemerintah dibangun. (Antara)

Written by sbyinfo

February 13, 2009 at 8:27 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: