PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Bekerja dengan Baik, Pilih yang Terbaik, Contreng Baik-baik

Presiden: Diperlukan Revitalisasi Industri Pupuk

leave a comment »

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Selasa (10/2) berkunjung ke PT Pupuk Kujang yang terletak di Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sambil melakukan kunjungan, Presiden sekaligus juga memimpin rapat terbatas kabinet, yang antara lain diikuti Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendag Mari Elka Pangestu, Mentan Anton Apriyantono, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Kapolri Jend. Bambang Hiendarso, Panglima TNI Djoko Santoso serta dua Juru Bicara Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Juga Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan serta direksi PT Pupuk Kujang.
Dalam rapat tersebut, Presiden beserta seluruh menteri dan direksi PT Pupuk Kujang membahas upaya jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang untuk mengelola permasalahan pupuk di Indonesia, serta langkah-langkah strategis untuk melakukan pembangunan dan revitalisasi industri pupuk di Indonesia. Sektor pertanian di Indonesia yang berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini berakibat pada melonjaknya permintaan pupuk. Karena itu dalam rapat dibahas pula langkah-langkah untuk memastikan bahwa persediaan pupuk untuk tahun 2009 – 2010 untuk para petani, dapat tercukupi. Menurut SBY, diperlukan 7 juta ton pupuk untuk tahun 2009 – 2010.
“Menyadari bahwa meningkatnya kebutuhan pupuk, dikaitkan dengan kapasitas industri pupuk di dalam negeri yang memiliki keterbatasan oleh faktor-faktor di luar pabrik, misalnya ketersediaan gas, dan usia pabrik yang sudah tua sehingga efisiensinya berkurang, maka kita pastikan, di samping produksi dalam negeri, untuk stock, kita adakan pupuk dengan cara pembelian dari luar negeri, utamanya pupuk urea,” kata Presiden.
“Pemerintah telah menugaskan Petrokimia Gresik dan Pupuk Kujang untuk mengimpor masing-masing 250 ribu ton pupuk sebagai cadangan Urea. Sedangkan untuk masalah gas, pabrik pupuk di Indonesia diharapkan menggunakan gas domestik. Keperluan sisanya akan didapatkan dari sumber multi source, diantaranya dari negara China, Ukraina dan Timur Tengah. Kendati Indonesia sudah memiliki sistem, mekanisme dan prosedur dalam pendistribusian pupuk, namun masih banyak dijumpai permasalahan,” tambahnya.
”Berbagai upaya sudah dilakukan dari tahun ke tahun. Sebagian dapat kita atasi, sebagian memang masih ada masalah di daerah-daerah tertetu. Oleh karena itu, tanpa harus memperbaharui sistem yang ada, karena sistem sudah teruji, maka yang kita lakukan di tahun ini dan tahun depan adalah memastikan bahwa hambatan-hambatan dalam distribusi dapat kita atasi,” jelas SBY. Kepada seluruh menteri-menteri terkait, Presiden SBY menginstruksikan untuk mengajak semua pabrik pupuk dan pemerintah daerah untuk duduk bersama merumuskan cara-cara yang lebih efektif dan efisien dalam penyaluran pupuk.
Dalam rapat, juga dibahas mengenai penganggaran untuk pupuk. ”Anggaran yang diperlukan untuk subsidi bagi petani tidak sedikit. Paling tidak Rp16 triliun hingga Rp 17 triliun. Kita akan pastikan bahwa anggaran tersebut teredia dalam APBN kita, ditambah dengan dana lain yang kita perlukan,” papar SBY. (presidensby.info)

Written by sbyinfo

February 11, 2009 at 1:21 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: