PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Bekerja dengan Baik, Pilih yang Terbaik, Contreng Baik-baik

Presiden Ajak Pers Utamakan Kebenaran Besar

leave a comment »

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono menilai, wartawan yang melaporkan suatu peristiwa dengan bahasa yang provokatif sebagai kebenaran kecil. Sedangkan wartawan yang melaporkan peristiwa apa adanya dan menunda sebagian fakta untuk dilaporkan pada waktu lain yang lebih tepat, dinilai sebagai kebenaran besar.
“Mana yang akan kita pilih?” tanya Presiden kepada insan pers pada Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan sekaligus Hari Ulang Tahun ke-63 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (9/2) malam.
“Misalnya ada kerusuhan pertikaian horisontal, korban berjatuhan. Masih dalam suasana panas, ada insan pers di situ. Ada dilema, apakah meliput utuh apa adanya, tanpa kontrol, apalagi dengan bahasa provokatif karena dia ingat rakyat ingin tahu. Apa yang terjadi kalau itu yang dipilih, itu adalah kebenaran kecil,” kata Presiden SBY.
Tapi insan pers yang sama memberitakan memang ada perselisihan, ada korban dan menuturkan peristiwanya. Tapi ada batas yang dia tidak bisa ungkapkan agar tidak terjadi hal yang lebih buruk. “Menunda pemberitaan, mencari waktu yang tepat, memilih bahasa yang tidak saling memprovokasi, itu adalah kebenaran yang besar,” SBY menjelaskan.
Menjelang pemilu mendatang, Presiden mengajak insan pers dan seluruh masyarakat untuk lebih mengutamakan kebenaran besar, yakni keberlanjutan kepemimpinan serta pembangunan negara dan bangsa Indonesia. “Terpilihnya anggota DPR dan DPD, serta terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden pada pemilu mendatang lebih merupakan kebenaran kecil,” Presiden SBY menambahkan.
Terpilihnya anggota DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden hanyalah merupakan sasaran antara, menuju sasaran pokok, yakni melanjutkan pembangunan Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik. “Jangan sampai kita fokus ke sasaran antara dan melupakan sasaran pokok,” SBY mengingatkan.
Dalam sambutan akhirnya, SBY meminta masyarakat tidak perlu mendikotomikan right or wrong is my country atau wrong is wrong dan right is right. Menurut SBY, benar atau salah negara kita, mari kita bikin negara kita benar dan jangan biarkan negara kita berbuat salah. “Dalam artikel saya tahun 1999 lalu di majalah Tajuk, saya menulis, karena benar atau salah adalah negara saya, maka bagaimana saya berusaha agar negara saya bertindak benar,” kata Presiden. (presidensbyinfo.com)

Written by sbyinfo

February 10, 2009 at 5:34 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: