PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Bekerja dengan Baik, Pilih yang Terbaik, Contreng Baik-baik

Presiden Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-45 Unibraw

leave a comment »

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (27/1) siang, menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-46 Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur. Dalam orasi ilmiah bertajuk ‘Pembangunan Ekonomi Indonesia Dalam Era Globalisasi di Abad 21’ yang berlangsung selama lebih kurang 45 menit itu, Presiden Yudhoyono menyampaikan perkembangan perekonomian Indonesia pasca krisis ekonomi 1998.
Kepala Negara menjelaskan mengenai ketidakstabilan kondisi perekonomian pasca krisis yang dipengaruhi oleh perubahan sistem politik, yang mengakibatkan besarnya rasio utang terhadap pendapatan, peningkatan jumlah pengangguran, kenaikan harga minyak bumi dan degradasi lingkungan.
Disebutkan pula berbagai permasalahan yang menjadi tantangan di masa-masa awal pemerintahan Presiden Yudhoyono, mulai dari bencana alam, ketidakstabilan harga minyak bumi hingga ancaman krisis keuangan global.
“Oleh karena itu apabila ditanya tahun mana yang berat dalam masa pemerintahan saya katakan semua tahun berat karena memang selain harus memulihkan dampak krisis 10 tahun lalu, tantangan-tantangan terus datang,” katanya. Namun, lanjut Presiden, amanah dan komitmen sebagai pemimpin untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat harus tetap diemban.
Dalam kaitannya dengan sistem perekonomian global, Presiden mengatakan bahwa seluruh negara di dunia harus bersatu untuk memperbaiki ketimpangan sistem perekonomian dunia. “Ketimpangan besar ini harus diperbaiki, tidak mungkin seketika tapi kita harus sungguh-sungguh,” katanya seraya mengatakan bahwa sejauh ini sistem perekonomian Indonesia mampu menahan ancaman krisis keuangan global.
Namun sekalipun kondisi perekonomian Indonesia dinilai oleh sebuah majalah internasional dalam artikelnya sebagai ‘so far so good’ Presiden menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan antara lain memperluas lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, energi dan perbaikan kualitas pemerintahan.
Kepala Negara juga menilai perekonomian Indonesia di masa mendatang hendaknya jangan lagi tergantung pada ekspor, memperkuat pasar dalam negeri, jangan tergantung pinjaman luar negeri, jangan larut dalam debat ideologi dan menciptakan kemandirian pangan, energi dan pertahanan. Dalam orasinya di hadapan sedikitnya 400-an akademisi UB, Presiden juga mengapresiasi surat presiden badan eksekutif mahasiswa Universitas Brawijaya. Pada acara itu Kepala Negara didampingi oleh Mensesneg Hatta Radjasa, Seskab Sudi Silalahi, Mendiknas Bambang Soedibyo, Juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (Antara)

Written by sbyinfo

January 27, 2009 at 9:49 am

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: